Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Setapak Kita Berbeda

Setapak kita berbeda. Aku berjalan di sebelah kanan. Berada pada Timur tempat matahari terbit. Berjalan lurus dengan sedikit melenggok di beberapa bagian. Kau melangkah di sebelah kiri. Bersama Barat tempat matahari menghilang sejenak. Berjalan menyilang dan lurus jika telah tiba waktunya. Sesekali aku menoleh. Ke arahmu. Ke arah seseorang yang telah begitu lama menjadi kawan berjalan sekian lama. Ke arah manusia yang paling kuharapkan akan menjadi tempat mengaduku. Namun, kau tak lakukan hal yang sama. Matamu lurus menatap ke depan. Langkahmu tak terhenti barang sedetik pun. Satu-satu namun pasti. Satu-satu namun mantap. Dan aku selalu ingat waktu dimana kita berjalan pada satu jalan yang sama. Berjalan dengan cara yang sama. Berjalan dengan rintangan yang sama. Persis. Namun, kini setapak kita berbeda. Kau memilih kiri, aku memilih kanan. Tak ada yang salah. Tujuan kita sama. Begitu katamu, bukan? Ya, tak ada yang salah. Hanya saja aku merasa sepi. Tak terhitung ...

Salam Dariku, Bangga

Halo, Sombong Masih ingatkah kau tentangku? Ah, maaf, aku bercanda. Tentu kau tahu. Tentu kau tak mungkin lupa akan waktu yang selalu kita lalui bersama. Tak terpisah. Hingga satu waktu. Aku masih di sini, dan selalu miris melihatmu. Orang-orang baik tak menyukaimu. Hina menganggapmu. Mereka menjauhimu. Pergi, berusaha tak kembali mendekatimu. Namun, aku juga selalu iri melihatmu. Orang-orang baik tak menyukaimu. Hina menganggapmu. Mereka menjauhimu. Pergi, berusaha tak kembali mendekatimu. Orang-orang itu telah tahu kau buruk. Orang-orang telah sadar bahwa kau tak pantas didekati. Orang-orang melangkahkan kaki sejauh langkah yang tercipta, khusus agar tidak bersinggung denganmu. Dan mereka masih tidak sadar aku sama buruknya denganmu. Akulah satu dari sekian banyak penyebabmu. Tapi mereka tidak sadar. Mereka masih mendekatiku. Mereka berusaha mencari ketika tak menemukanku. Mereka mencintaiku sebesar mereka membencimu. Mereka hanya tak sadar. Akulah satu dari sekian banyak ...

[FLASH FICTION] - Hitam dan Malam Kelam

Pria itu berpakaian hitam. Kelam. Dalam gelapnya malam. Tak ada bintang dalam malam kali ini, seperti tak ada harapan dalam mimpi tergelapmu. Pria itu menyatu dengan bayangannya. Dengan bayangan malam. Dengan bayangan bulan yang hilang. Dengan cahaya bintang yang tak sudi tampak. Dan dia terus berjalan seorang diri. Tidak ada apa pun di sekitarnya selain kesunyian dan keheningan yang membunuh. Tidak ada. Namun dia tak menghentikan langkah. Melaju tanpa mengenal lelah. Nyawa-nyawa di sekitarnya mulai berdesus. Dia tentu orang jahat.                      Di balik jaket hitamnya mungkin tersimpan selongsong peluru, sebuah pistol, sebilah pisau, segenggam granat, dan segepok uang yang berhasil dirampok dari bank. Di saku celananya mungkin berisi ponsel mutakhir curian. Dan juga dompet berisi uang hasil copet. Atau masker untuk menutupi kedok. Nyawa-nyawa lain mulai menya...

[REVIEW / MOVIE] - First Love (A Little Thing Called Love): Perjuangan Demi Cinta

Mungkin merupakan satu hal yang aneh karena ini merupakan review film pertama yang ada di blog ini. Namun, sesuai dengan nama blognya, maka segala jenis tulisan akan bertumpah ruah di sini. Semoga menyenangkan~ Film yang akan dibahas kali ini adalah film yang hampir diketahui oleh semua remaja yang hidup di era perkembangan teknologi dan internet. Ya, First Love merupakan film yang sudah rilis sejak lama. Meski demikian, film inimasih selalu memiliki tempat di hati penggemarnya. Mungkin orang-orang lebih mengenal film ini dengan sebutan A Little Thing Called Love. Jadi singkatnya, pembuatan review ini adalah karena rasa geli saya yang ingin membahas komponen-komponen film. Cerita First Love mengisahkan tentang seorang remaja putri (seusia SMP sepertinya) yang jatuh cinta pada seniornya yang luar biasa. Nam, si remaja putri tersebut, menyukai Shone sejak pertama Shone pindah ke sekolahnya. Konflik yang disuguhkan dalam cerita ini adalah usaha Nam dalam mendapatkan perhatian Sho...

[REVIEW / NOVEL] - Winter in Tokyo

Novel karangan Ilana Tan, Winter in Tokyo, ini tentu sudah taka sing bagi banyak orang. Novel yang sudah menjadi mega best-seller ini termasuk dalam tetralogi Musim yang membawa nama Ilana Tan semakin melambung. Winter in Tokyo merupakan novel ketiga dari tetralogi tersebut. Novel pertama dari tetralogi ini berjudul Summer in Seoul, disusul Autumn in Paris, dan setelah Winter in Tokyo akan diterbitkan Spring in London. Sesuai namanya, novel ini mengambil latar di Tokyo pada suatu musim dingin. Winter in Tokyo mengisahkan tentang Ishida Keiko, tokoh yang sempat muncul sebentar di Autumn in Paris. Keiko sendiri merupakan saudara kembar dari Ishida Naomi, yang menjadi peran utama di novel keempat, Spring in London. Winter in Tokyo menceritakan kehidupan cinta Ishida Keiko sebagai seorang penjaga perpustakaan yang tinggal di pinggiran kota Tokyo. Suatu ketika secara kebetulan dia harus mengalami kejadian yang cukup memalukan di hadapan tetangga baru apartemennya, Nishimura Kazuto. Ce...

[REVIEW / KUMCER] - Sepotong Senja Untuk Pacarku

“Kudengar jeritannya yang pilu, jeritan purba dari perasaan yang terluka.” “Bagaimana sebenarnya jeritan yang pilu itu?” “Aku tidak bisa menirukannya, tapi kalau kau dengar sendiri jeritan purba dari perasaan yang terluka itu engkau akan merasa sangat sedih.” Seno Gumira Ajidarma menuliskan cerita-cerita dalam kumpulan bertajuk “Sepotong Senja Untuk Pacarku” dengan indah. Cerita-cerita pendek yang ditulisnya bersinergi antara satu sama lain, membuat pembacanya terpikir bahwa beliau mungkin menulisnya dalam hanya satu malam saja. Setiap cerpen dalam kumpulan tersebut menggambarkan senja maupun sepotong senja yang bisa dinikmati oleh siapa pun. Tak menutup kemungkinan, bahkan jika kau membacanya dengan dikelilingi dinding-dinding kamar, kau tetap akan merasakan hangatnya senja dan cantiknya jingga. Satu cerpen yang tokoh utamanya menjadi cameo  di beberapa cerpen lain adalah cerita dengan judul “Ikan Paus Merah”. Cerita Ikan Paus Merah hanya menceritakan ikan paus yang terlu...

[REVIEW / KUMCER] - Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

“Gincu ini merah, Sayang, dan itu hanya untuk suamiku.” Sebuah karya dari Eka Kurniawan yang patut diberikan sebanyak mungkin acungan jempol. Kumpulan cerita yang tergabung dalam buku “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi” adalah salah satu karyanya yang menakjubkan. Berisi lima belas (15) cerita pendek, Eka Kurniawan menyajikannya dengan bahasa yang sesuai ciri khasnya. Dari kelima belas cerita tersebut, yang menarik perhatian saya secara pribadi adalah cerpen “Gincu Ini Merah, Sayang”. Kisah tersebut memulai bagiannya pada adegan Marni yang tertangkap pada sebuah razia PSK di bar bernama ‘Beranda’. Pada penangkapan tersebut, Marni bersikeras bahwa dia bukan bagian dari bar tersebut sementara penampilannya sungguh menggambarkan definisi PSK. Cerita yang berlanjut pada investigas menyatakan bahwa Marni punya suami. Singkat cerita, Marni diantar ke rumahnya oleh dinas sosial dan mendapati bahwa suaminya telah mengepak semua barang-barangnya dan mengingink...

[FLASH FICTION] - Jaringan Komunikasi

Kategori: Flash Fiction Hai, aku hidup di jaringan perpesanan. Aku dapat terpecah menjadi beberapa bagian ketika seseorang mengirimkan pesan ke banyak orang sekaligus, namun bagian-bagian itu tetaplah diriku. Kalian takkan dapat melihatku seleluasa penglihatanku ke kalian. Seperti saat ini, seorang mahasiswa berusia dua puluh tahun bernama Rio baru saja mengirimkan pesan jarkom yang ditujukan kesembilan belas temannya. Dari yang aku tahu, sembilan belas orang itu pernah berada pada satu kelas yang sama ketika mereka masih menjalin ospek. Entahlah, aku tidak benar-benar ingat tepatnya. Yang jelas, aku menyukai orang ini. Dia pemimpin yang senantiasa mendekap anggotanya. Bahkan setelah tahun berganti, dia masih ingin menyempatkan pengadaan buka bersama dengan teman ospeknya. Nanti sore kita mau ada buka bersama di tempat Rena, konfirmasi kehadiran ke nomor ini. Kehadiranmu ditunggu! Seperti yang kubilang, aku dapat terpecah menjadi beberapa bagian. Kali ini sembilan belas....

[ARTIKEL] - Wawancara? Siapa Takut!

Kategori: Artikel Tips Hidup kita pasti punya berbagai macam kegiatan yang beraneka ragam. Dalam rangkaian kegiatan itu, tentu ada satu hal yang kadang tak bisa lepas dari kehidupan kita. Salah satunya, tentu melakukan wawancara. Sejak SMP, atau bahkan mungkin SD, kita sudah mulai dikenalkan dengan teknik wawancara yang baik dan sopan. Nah, tugas itu seringnya makin berkembang dengan seiring waktu yang berubah. Pas SMA seringkali tugas untuk wawancara bisa datang begitu saja. Eits, nggak cuma itu saja kan? Di perkuliahan, kegiatan wawancara pun seringkali dibutuhkan untuk memenuhi tugas kuliah. Apalagi jika dalam perkuliahan, kita masuk dalam suatu unit kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan jurnalistik. Jadi, sebagai sarana berbagi tentang pengalaman yang didapatkan selama ini, yuk simak tips-tips biar wawancara makin asyik! 0.       Mindset Mindset? Pola pikir? Ya! Dalam wawancara asyik, yang perlu ditanamkan pertama kali adalah pemikiran kita t...

[CERPEN] - Lelaki Berkemeja Hitam

Seorang laki-laki duduk di pojok ruangan. Dia sendirian. Tangan kanannya sedari tadi tak terlepas dari ponsel yang sudah menempel di telinganya lama. Sejak dia masuk restoran, atau bahkan lebih. Lelaki itu tak bernama. Atau mungkin hanya aku yang tak mengetahui namanya. Meski sangat ingin. Setahuku dia baru pertama kali bertandang ke tempat ini, setidaknya selama tiga bulan aku bekerja. Laki-laki itu menamparku dengan tatapannya, lalu menyejukkan penglihatanku lagi dengan senyumannya. Dia menawan. Terlalu menawan, aku benci. “Rida, tolong habis ini antar pesanan nomor 10 ya,” suara Mas Nino sedikit-banyak membuyarkan lamunanku. “Antarnya ke mas-mas yang pakai kemeja hitam, yang tadi pesan ke kamu.” Laki-laki itu berkemeja hitam. Entah apa pekerjaannya, entah apa tujuannya. Dia terlihat sibuk. Sudah lima belas menit terhitung sejak dia masuk restoran dan belum ada tanda-tanda dia berniat mengakhiri panggilannya. Sempat aku berpikir itu dari istri atau pacarnya. Sangat mungkin, ...

Selamat Malam, Cahaya

Selamat malam, Cahaya Telah berapa lama kau hadir? Telah berapa terang kau muncul? Oleh hangatmu, oleh sinarmu Semua senang Mereka tertawa Tampakkan wajah yang bahagia Sumringah Beban telah musnah Selamat bekerja, Cahaya Atau, hei? Mungkin ingin kau beristirahat? Dengan segala lelahmu? Dalam paruh hari berhargamu? Tak inginkah kau berbaring? Hai, Cahaya Salam dari kami, Sang Gelap Yang datang dalam kelelahan hari Yang tiba untuk redamkan terik Kami sudah hadir, kau boleh beranjak pergi Kami sudah tak lagi menepi, kau boleh ambil cuti Kami tahu kau lelah, dalam setengah hari usahamu Kami tahu kau lelah, maka kuijinkan kau lelap dalam tidur Halo, Cahaya Jiwa-jiwa mereka telah lelah bergema Bibir mereka telah lelah beraksara Mata mereka telah pancarkan kalahnya Maka ijinkan kami menyelimutinya Dalam sebuah kepekatan malam Pada suatu kesejukan diam Agar mereka lelap Agar mereka sambut kalian tanpa ada beban Selamat malam, Cahaya Kau boleh tidur Kau bol...

[WISATA] - Menelusuri Keriuhan Lokasi Gili Trawangan

Satu dari banyaknya objek wisata yang tersedia di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Gili Trawangan. Pulau kecil yang terletak di Kabupaten Lombok Utara ini menyajikan bermacam pilihan wisata yang dapat diarungi bahkan dalam sehari saja. Mulai dari hanya sekadar berenang di tepi pantai hingga menyelam di   diving spot   keren. Tak hanya itu, untuk wisatawan yang bermalam juga ditawarkan sebuah   party   khas budaya Barat. Sungguh suatu larangan bagi Anda untuk melewatkan Gili Trawangan ketika berkunjung ke Lombok. Matahari sudah muncul dengan mengagungkan teriknya ketika kami sampai di Pelabuhan Bangsal untuk menyeberang. Tersedia tiga pilihan gili yang bisa digapai dari pelabuhan tersebut, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Gili Air merupakan gili terdekat yang dapat digapai dari Bangsal. Namun, sayangnya pesona Gili Air terbilang masih kalah. Gili Meno dan Gili Trawangan hampir menyajikan dua ciri khas yang berbeda. Jika Gili Meno...

[CERPEN LISTING] - Senggigi

Terik mentari sudah mulai bergerak mendekati pusat langit, mulai menguarkan panas yang perlahan menghilangkan kesejukan sementara yang dihasilkan gerimis setengah jam lalu. Ombak-ombak kecil dengan warna air yang memantulkan biru berkejaran pelan menerjang batasan pelabuhan, sesekali mengenai pasir putih yang tampak mulai kotor oleh sampah-sampah plastik dan jejak manusia. Biru tercantik dari semua biru yang kutemui seharian ini, bahkan lebih indah daripada warna jaket yang kuagung-agungkan beberapa hari terakhir. Aku masih melihat sekeliling dengan sesekali mengecek PC Tablet milik BPS yang dipinjamkan sekian minggu untuk listing dan pencacahan delapan hari ini. Sudah sekitar sepuluh menit dari tempatku memulai listing, namun belum ada satu pun Bangunan Fisik yang menampakkan diri. Sekalinya ada bangunan fisik yang seakan menyeruak ke permukaan, itu pun hanya sebuah bangunan yang tidak ditempati. BSBTT, disebutnya. “Sepertinya kita sudah mulai perlu jalan masing-masing,” kata T...