Jalanan berpuluh kilometer itu seringkali disebut Welaus. Tak berbeda dengan nama daerah dimana jalan tersebut merangsek. Orang-orang sini lebih sering menyebutnya dengan Welaos, entah karena penyebutannya memang begitu, entah karena telinga yang sedikit tidak sinkron. Jalan ini terbentang setelah batas Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka sudah ditemui, untuk setelahnya harus terlewat jika ingin ke pusat kota Malaka di Betun. Ah, apa nama kabupaten tersebut asing? Ngomong-ngomong, kedua kabupaten itu terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aku yakin seorang penyair akan bisa melahirkan ratusan karya hanya dengan berdiam di Welaus. Alamnya terlampau indah untuk dilihat dari atas motor. Seandainya tak diburu waktu, akan sangat menyenangkan untuk menyempatkan diri menikmati keindahannya. Dari atas jalanan tersebut dalam terlihat laut, yang entah laut itu apakah Laut Timor atau Laut Selatan (atau mungkin sebenarnya keduanya sama?), biru yang bercampur hijau begitu menyejukka...