Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

[CERPEN] - Manusia

Menit arloji telah tepat menunjuk angka dua, menunjukkan kepada diriku bahwa sudah dua jam aku berada di tempat ini. Makanan cepat saji yang kupesan baru termakan setengahnya saja, menyisakan separuh lagi sisa gigitan dan tiga perempat gelas minuman bersoda. Lalu lalang kendaraan di jalan yang terlihat dari tempatku duduk masih menunjukkan kerapatan yang tak jauh berbeda. Balapan orang-orang pulang kerja yang segera menantikan satu kehangatan yang ada di rumah mereka. Sudah sekian jam sejak dia mengatakannya padaku, namun tetap tak kupahami seluruh rasa yang menyergapku bersamaan saat ini. Kita ini apa? Apa salahku jika menjawab kita ini manusia? Memang manusia, bukan? Apa aku salah karena sebenarnya selama ini dia adalah alien yang berbeda kehidupan denganku? Atau aku salah karena… tidak peka? Ya, begitu tadi dia menyebutnya. Aku ingin menyangkal. Aku seratus persen peka. Aku hanya… ah. Tapi, kita memang benar-benar manusia, bukan? Kenapa dia sebegitu kesal ketika kujawab demikia...

[Diary of PKL 55] – Pencacahan #2

Cerita dan kisah penuh pengalaman dan pelajaran di Lombok Barat terus berlanjut. Setelah sebelumnya mengunjungi BS-BS hasil listing orang lain, kali ini cerita akan datang dari BSku, Senggigi 003B dan Orong 012B! Wah sebenarnya dalam hati pas mau mulai agak ketar-ketir sih, takut kali-kali ada responden yang sebenarnya bukan rumah tangga tapi malah aku cacah (maklum suka mikir negatif akunya, apalagi di Senggigi banyak kost). Tapi untungnya semua responden bisa ditemui semua, meskipun ada yang nonrespon. Hah? Nonrespon? Cantik sekali, kan? Oke, mulai dari Senggigi 003B. BS pertama dan yang aku kira bakal ‘mengasyikkan’ tapi malah berubah seratus delapan puluh derajat pas tahu kalau aku harus panas-panasan di kala listing. Dimulai dari Arjuna 3, responden terbaik selama listing malah dicacah oleh Amin dan Yogie. Pak Pawardi yang orang Jawa dan menerimaku dengan senang hati (sampai disuruh masuk, padahal cuma listing bentar) dicacah Amin, dan Pak Haji Mardan dicacah Yogie. S...

[Diary of PKL 55] – Pencacahan #1

Halooo, berhubung listing sudah selesai dibahas semua, jadi postingan diary of PKL 55 bakal nyambung ke pencacahan! Oh iya, di PKL 55 ini, rumah tangga yang jadi sampel ada sebanyak 10 ruta per blok sensus. Alhamdulillah ya, gak seberat listing. Di pencacahan ini, tantangan yang paling besar adalah tanya-tanya tentang status rumah untuk kuesioner blok 6, dan… self-enumeration yang isinya pendapat responden tabel KISH ( muah ) tentang beberapa pernyataan dampak pariwisata. Waaah rasanya campur aduk bakal ketemu orang-orang yang pernah aku listing, dan orang-orang yang pernah dilisting PCL lainnya. Kalau di anime, mungkin ini udah kayak ketemu musuh lama di kejuaraan liga baru haha (apa sih). Berhubung pencacahan total ada lima hari yang tim kami lakukan, maka postingannya dibagi jadi dua. Yang pertama buat BS PCL lain, yang kedua nanti khusus buat aku yang ketemu veteran-veteran (?) Senggigi 003B dan Orong 012B. Hari pertama pencacahan adalah sekaligus hari ketiga listing. Listing ...

[Diary of PKL 55] – Listing Dusun Orong

Cerita di Lombok Barat masih berlanjut. Hari kedua, listing atau pendaftaran rumah tangga yang memungkinkan untuk jadi eligible sample dilanjutkan. Berhubung kemarin Senggigiku 003B masih belum berakhir, jadi paginya aku masih melanjutkan listing di kost pojok di jalan Arjuna 3. Singkat saja, karena memang cuma tinggal itu jatahku (plus satu BF homestay ). Seusai dari 003B, kami lanjut ke blok-blok sensus lainnya. Diawali dengan blok sensus Yogie di Teluke Lauq (ya ampun pakai Q), yang bikin aku dan Amin terpaksa menunggu sekian menit di gerbang selamat jalan dan digonggongi anjing. Setelahnya, kami lanjut ke BS Amin yang duh, anjing bertebaran. Lihat anjing lalu lalang di sini udah kayak lihat kucing lari-larian di Jawa. Biasa banget. Bedanya, anjing lebih agresif menggonggong dan sekaligus lebih menyeramkan. Nice . Untung bukan BSku. Apalagi, BSnya Amin ini batasnya belum jelas, kami bahkan sempat naik naik ke puncak gunung (yah meskipun lewat jalan aspal) sampai akhirnya menemuk...

[Diary of PKL 55] – Plat DR

Praktik Kerja Lapangan 55 STIS sudah mencapai puncaknya, pencacahan! Sebenarnya sudah niat bikin tulisan ini sejak di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, namun karena laptop ‘disarankan’ ditinggal jadi yaudah baru sempat bikin tanggal-tanggal segini. Waktu kami di Lombok adalah sekitar 11-12 hari, berangkat tanggal 13 Maret 2016 dan pulang mayoritas tanggal 24 Maret 2016. Waktu 11 hari itulah yang benar-benar menorehkan cerita-cerita duka dan beberapa cerita suka. Banyakan dukanya? Iya, menurutku hehe. Yah sebagaimana PKL-PKL lain, karena ini termasuk “kerja” dan mesti turun ke “lapangan”, tentunya banyak kendala yang merepotkan dan mesti diatasi dengan cerdik. Nah, berhubung aku sendiri orangnya suka mudah gugup, makanya PKL ini tergolong banyak dukanya. Tapi soal pengalaman beuuhhh jangan ditanya. Kaya! Bahkan lebih banyak pengalamannya daripada uang saku *eh (bercanda kok bukbend). Kami seangkatan berangkat dengan terbagi menjadi beberapa kloter. Kendaraan yang digunakan untuk...