Satu dari banyaknya objek wisata yang tersedia di Pulau Lombok,
Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Gili Trawangan. Pulau kecil yang terletak
di Kabupaten Lombok Utara ini menyajikan bermacam pilihan wisata yang dapat
diarungi bahkan dalam sehari saja. Mulai dari hanya sekadar berenang di tepi
pantai hingga menyelam di diving
spot keren.
Tak hanya itu, untuk wisatawan yang bermalam juga ditawarkan sebuah party khas budaya Barat. Sungguh suatu
larangan bagi Anda untuk melewatkan Gili Trawangan ketika berkunjung ke Lombok.
Matahari sudah muncul dengan mengagungkan teriknya ketika kami
sampai di Pelabuhan Bangsal untuk menyeberang. Tersedia tiga pilihan gili yang
bisa digapai dari pelabuhan tersebut, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili
Trawangan. Gili Air merupakan gili terdekat yang dapat digapai dari Bangsal.
Namun, sayangnya pesona Gili Air terbilang masih kalah. Gili Meno dan Gili
Trawangan hampir menyajikan dua ciri khas yang berbeda. Jika Gili Meno
mengunggulkan wisata alamnya, maka Gili Trawangan memanjakan wisatawan dengan
kemeriahan kios dan tempat belanja yang bejibun.
Setelah 30 menit menyeberang dengan perahu mesin ke Gili
Trawangan, kaki-kaki kami disapa oleh beningnya air laut dan jernihnya butiran
pasir tepian pantai. Tulisan “TRAWANGAN” yang memanjang juga tak mau kalah
menyambut kedatangan kami. Cukup berjalan beberapa langkah, bermacam toko,
kios, dan puluhan restoran memenuhi pandangan. Mulai dari toko suvenir, makanan
luar dan daerah, hingga es krim khas gili dapat ditemui sepanjang jalan. Pulau
kecil yang memanjang sejauh tiga kilometer dan melebar sepanjang dua kilometer
ini bisa Anda tempuh dengan menggunakan sepeda sewaan yang banyak tersedia.
Penangkaran penyu adalah lokasi yang kami kunjungi pertama kali.
Di sini, penyu berusia nol hingga tiga bulan ditangkarkan pada tiga akuarium
kaca besar yang berbentuk balok memanjang. Penyu-penyu tersebut akan dilepaskan
ke alam bebas dalam usia dewasanya. Hanya terdapat sekitar tiga puluh hingga
lima puluh penyu, tergolong sedikit jika dibandingkan dengan penangkaran di
Tanjung Benoa. Dari tempat tersebut, cukup berjalan kaki sejauh sepuluh meter
maka dapat ditemukan spot berenang yang sering dimanfaatkan pengunjung meski
matahari tak menghentikan teriknya sedetik pun.
Dengan pilihan mengendarai sepeda maupun delman khusus, pengunjung
dapat menjangkau wilayah ayunan ‘The
Exile’ yang
terletak di bagian paling selatan gili. Sebuah keputusan yang tepat untuk mengunjunginya
sebelum senja membentang dan sebelum air laut pasang. Spot tersebut adalah
titik favorit bagi sebagian pengunjung yang menyukai fotografi atau yang hanya
sekadar suka difoto. Dari ayunan, terlihat sebagian wilayah pegunungan
Kabupaten Lombok Utara tampak kebiruan, bersaing dengan biru laut yang tak
kalah menakjubkan.



Komentar
Posting Komentar