Langsung ke konten utama

[REVIEW / KUMCER] - Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

“Gincu ini merah, Sayang, dan itu hanya untuk suamiku.”
Sebuah karya dari Eka Kurniawan yang patut diberikan sebanyak mungkin acungan jempol. Kumpulan cerita yang tergabung dalam buku “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi” adalah salah satu karyanya yang menakjubkan. Berisi lima belas (15) cerita pendek, Eka Kurniawan menyajikannya dengan bahasa yang sesuai ciri khasnya.
Dari kelima belas cerita tersebut, yang menarik perhatian saya secara pribadi adalah cerpen “Gincu Ini Merah, Sayang”. Kisah tersebut memulai bagiannya pada adegan Marni yang tertangkap pada sebuah razia PSK di bar bernama ‘Beranda’. Pada penangkapan tersebut, Marni bersikeras bahwa dia bukan bagian dari bar tersebut sementara penampilannya sungguh menggambarkan definisi PSK. Cerita yang berlanjut pada investigas menyatakan bahwa Marni punya suami. Singkat cerita, Marni diantar ke rumahnya oleh dinas sosial dan mendapati bahwa suaminya telah mengepak semua barang-barangnya dan menginginkan perceraian untuk mereka.
Cerita “Gincu Ini Merah, Sayang” begitu menarik untuk diikuti. Memulai dari awal yang terkesan menciptakan ekspresi “Hah?” justru malah membuat rasa penasaran bergerak maju untuk semakin mengikuti jalan cerita. Dan, seiring cerita berjalan, puzzle yang terpecah dalam keeping-kepingan itu mulai terangkai, pun semakin jelas pula alasan-alasan mengapa suami Marni menginginkan perceraian ‘dadakan’ tersebut atau mengapa Marni ada di Beranda pada malam itu. Tentu, judul ceritanya terkait pada permasalahan utamanya, yaitu gincu.
Tak hanya cerpen tersebut, cerpen-cerpen lainnya pun juga menarik. Macam kategori yang tidak biasa seperti fabel (Kapten Bebek Hijau salah satunya) juga terselip dalam kumpulan cerita tersebut. Namun, sayangnya cerpen yang menjadi judul kumpulan ceritanya malah seperti terasa tidak memiliki ‘jiwa’ yang cukup, hampir tidak sesuai dengan ekspektasi beberapa orang, terutama saya. Tak heran juga, mungkin jika digunakan judul yang lain, Mas Eka takut akan menimbulkan kontroversi karena memang beberapa judul berisi cerita yang cukup ‘liar’.

Mempertimbangkam banyaknya cerpen-cerpen menarik yang bisa membuka wawasan dan pola pikir, Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi adalah satu rekomendasi buku yang cocok untuk dibaca. Dengan tambahan desain sampul yang unik dan warnanya yang menarik, semakin menambah nilai juang untuk membeli kumpulan cerita ini. Selamat membaca!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Kaki Maju

 Tak perlu waktu lama, sedikit lagi akan kulangkahkan kaki Semua kini telah berbeda Pertama kali kuinjakkan kaki adalah ketika tanah ini kering kerontang tanpa bunga Hujan tidak turun sesering sekarang Rumahku bukanlah rumah untuk pulang Rumahku adalah tempat singgah Lalu kau datang dan mengubah segalanya Mendikteku dengan samar hingga tak dapat kulakukan apa saja

Pisau

Bola mata itu hangat Hitam dan putihnya menyatu lamat Memandang teduh bak malam kelam Menatap tegas bagai terang bulan Matamu adalah pisau Dan harus kulindungi perasaanku dari tatapan tajammu  yang mengiris pilu