Novel karangan
Ilana Tan, Winter in Tokyo, ini tentu sudah taka sing bagi banyak orang. Novel
yang sudah menjadi mega best-seller ini termasuk dalam tetralogi Musim
yang membawa nama Ilana Tan semakin melambung. Winter in Tokyo merupakan novel
ketiga dari tetralogi tersebut. Novel pertama dari tetralogi ini berjudul
Summer in Seoul, disusul Autumn in Paris, dan setelah Winter in Tokyo akan
diterbitkan Spring in London. Sesuai namanya, novel ini mengambil latar di
Tokyo pada suatu musim dingin.
Winter in Tokyo
mengisahkan tentang Ishida Keiko, tokoh yang sempat muncul sebentar di Autumn
in Paris. Keiko sendiri merupakan saudara kembar dari Ishida Naomi, yang
menjadi peran utama di novel keempat, Spring in London. Winter in Tokyo
menceritakan kehidupan cinta Ishida Keiko sebagai seorang penjaga perpustakaan
yang tinggal di pinggiran kota Tokyo. Suatu ketika secara kebetulan dia harus
mengalami kejadian yang cukup memalukan di hadapan tetangga baru apartemennya,
Nishimura Kazuto. Cerita terus berlanjut dengan keduanya yang semakin saling
mengenal. Sementara Kazuto masih dibayangi kisah cinta masa lalunya terhadap
sahabatnya sendiri di London, Keiko juga menyimpan perasaan lain pada cinta
pertamanya yang bernama Akira. Keiko sendiri mengenal Akira ketika masih SD dan
belum pernah bertemu dengannya, hingga akhirnya mereka bertemu di rumah sakit
tempat Akira bekerja.
Cerita dalam
novel Winter in Tokyo tergolong menarik untuk diikuti. Konflik yang ada
diantara tokoh memang beberapa terkesan seperti sinetron, tapi tidak mengurangi
keseruan yang bisa dirasakan ketika membaca novelnya. Seperti novel lainnya,
prolog dan epilog dari novel ini pun tak boleh dilewatkan. Prolog di sini dapat
digunakan untuk merangsang rasa penasaran terhadap isi novel, sedangkan epilog
akan menjawab rasa penasaran yang belum tertuntaskan meskipun novel sudah
sampai bab terakhir.
Oleh karena
terkenalnya novel tetralogi ini, sudah beberapa kali dilakukan cetak ulang
buku-bukunya. Dan, karena novel ini baru saja dibuat menjadi sebuah film, tidak
terlalu susah mencarinya di toko buku. Jika dibandingkan filmnya, sepertinya
novel ini tergolong lebih enak dinikmati. Mungkin?
Selamat
membaca!
Komentar
Posting Komentar