Langsung ke konten utama

Selamanya Di Sini


Gelap merengkuh malam
Remang memeluk kelam
Ruas-ruas cahaya perlahan berjatuhan
berdebam
Bias sinar temaram menyorot dan meregang
Daun-daun bergesekan
membentuk suara cenggang

Berdiri tegak di sana
Kau dalam balutan hangat kemeja
Tetes hujan tak lagi jadi perhatian
Lalu lalang orang
Bagimu hanyalah belalang
Mampir sebentar
Lalu hilang

Angin malam merasuk menembus
Segala batas yang menghalangi perasaan dan rindu
Kau terdiam di sana
Aku ingin selamanya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Kaki Maju

 Tak perlu waktu lama, sedikit lagi akan kulangkahkan kaki Semua kini telah berbeda Pertama kali kuinjakkan kaki adalah ketika tanah ini kering kerontang tanpa bunga Hujan tidak turun sesering sekarang Rumahku bukanlah rumah untuk pulang Rumahku adalah tempat singgah Lalu kau datang dan mengubah segalanya Mendikteku dengan samar hingga tak dapat kulakukan apa saja

Pisau

Bola mata itu hangat Hitam dan putihnya menyatu lamat Memandang teduh bak malam kelam Menatap tegas bagai terang bulan Matamu adalah pisau Dan harus kulindungi perasaanku dari tatapan tajammu  yang mengiris pilu