Langsung ke konten utama

Istana Ini Milik Kita

Istana ini milik kita
Dan kau berlarian
Kebun mawar telah kau putari ratusan kali
Taman anyelir sudah muak kau kelilingi
Suara aduh yang keluar dari mulutmu tak terhitung berapa kali
Sekali dan lagi
Duri-duri mulai lelah mencium bau kaki
Yang telanjang
Dan tak mau melengang
Tapi kau terus berlari
Menyapa katak dan rerumputan
Menepuk jari dalam gesekan bara dan bata
Cengkerik mulai berisik
Burung-burung mulai mengukung
Ular linggis terus berdesis
Tapi kau tak peduli
Kau terus berlari
Tertawa
Pelan
Lalu
Pergi
Menjauh
Aku tersenyum dari sini
Melihat bayangmu yang semakin jauh tak terperi

Istana ini milik kita
Meski ternyata kau tak menginginkannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Kaki Maju

 Tak perlu waktu lama, sedikit lagi akan kulangkahkan kaki Semua kini telah berbeda Pertama kali kuinjakkan kaki adalah ketika tanah ini kering kerontang tanpa bunga Hujan tidak turun sesering sekarang Rumahku bukanlah rumah untuk pulang Rumahku adalah tempat singgah Lalu kau datang dan mengubah segalanya Mendikteku dengan samar hingga tak dapat kulakukan apa saja

Pisau

Bola mata itu hangat Hitam dan putihnya menyatu lamat Memandang teduh bak malam kelam Menatap tegas bagai terang bulan Matamu adalah pisau Dan harus kulindungi perasaanku dari tatapan tajammu  yang mengiris pilu