Langsung ke konten utama

Lagi

Kembali berjumpa
Dalam wujud berbeda
Tak perlu waktu lama untuk kembali berpaham
Denganmu yang masih selanggam
Ceria
Jenaka
Bahagia

Obsesi terhadap senandung dan kidung
Berdentum bagi pelaut yang ulung

Gurat abu dan gores warna terserak
Mereka tak pernah berarak
Senyum dan tawa
Dekap yang hangat
Dan dekat yang lengkap

Lagi, kau kembali menemui
Mimpi-mimpi yang selama ini kurangkai
Menjadi tak bermakna lagi
Ada langkahmu dalam ruang yang kulalui

Lagi, kau pergi dan kita tak bersua lagi
Kenangan tentangmu masih tak mau lari
Dan kau memang orang yang sama
Sebuah entitas yang berbeda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Kaki Maju

 Tak perlu waktu lama, sedikit lagi akan kulangkahkan kaki Semua kini telah berbeda Pertama kali kuinjakkan kaki adalah ketika tanah ini kering kerontang tanpa bunga Hujan tidak turun sesering sekarang Rumahku bukanlah rumah untuk pulang Rumahku adalah tempat singgah Lalu kau datang dan mengubah segalanya Mendikteku dengan samar hingga tak dapat kulakukan apa saja

Pisau

Bola mata itu hangat Hitam dan putihnya menyatu lamat Memandang teduh bak malam kelam Menatap tegas bagai terang bulan Matamu adalah pisau Dan harus kulindungi perasaanku dari tatapan tajammu  yang mengiris pilu