Langsung ke konten utama

Jangan Pergi


“Jangan pergi!”
Katamu
Kemarin
Rel-rel kereta berselimut basah
Denting jam mengalun lemah
Tik
Tik
Engkau mengeratkan jaket
Kado dariku dua tahun lalu
Saat kau menangis dan aku hanya sanggup meringis
Sebuah amplop merah keluar
Kukira sudah tumpah
Ruah
Segala tangisan
Semua amarah
Aku tak jadi pergi
Kau tak jadi peduli

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Kaki Maju

 Tak perlu waktu lama, sedikit lagi akan kulangkahkan kaki Semua kini telah berbeda Pertama kali kuinjakkan kaki adalah ketika tanah ini kering kerontang tanpa bunga Hujan tidak turun sesering sekarang Rumahku bukanlah rumah untuk pulang Rumahku adalah tempat singgah Lalu kau datang dan mengubah segalanya Mendikteku dengan samar hingga tak dapat kulakukan apa saja

Pisau

Bola mata itu hangat Hitam dan putihnya menyatu lamat Memandang teduh bak malam kelam Menatap tegas bagai terang bulan Matamu adalah pisau Dan harus kulindungi perasaanku dari tatapan tajammu  yang mengiris pilu