Setapak kita berbeda. Aku berjalan di sebelah kanan. Berada pada Timur tempat matahari terbit. Berjalan lurus dengan sedikit melenggok di beberapa bagian. Kau melangkah di sebelah kiri. Bersama Barat tempat matahari menghilang sejenak. Berjalan menyilang dan lurus jika telah tiba waktunya. Sesekali aku menoleh. Ke arahmu. Ke arah seseorang yang telah begitu lama menjadi kawan berjalan sekian lama. Ke arah manusia yang paling kuharapkan akan menjadi tempat mengaduku. Namun, kau tak lakukan hal yang sama. Matamu lurus menatap ke depan. Langkahmu tak terhenti barang sedetik pun. Satu-satu namun pasti. Satu-satu namun mantap. Dan aku selalu ingat waktu dimana kita berjalan pada satu jalan yang sama. Berjalan dengan cara yang sama. Berjalan dengan rintangan yang sama. Persis. Namun, kini setapak kita berbeda. Kau memilih kiri, aku memilih kanan. Tak ada yang salah. Tujuan kita sama. Begitu katamu, bukan? Ya, tak ada yang salah. Hanya saja aku merasa sepi. Tak terhitung ...
Aku ingin kau menikmatinya serenyah kudapan di kala senja