Segala hal di dunia ini umumnya berlaku kontradiktif dan/atau saling berlawanan. Allah pun telah menciptakan segalanya secara berpasang-pasangan. Langit dan bumi, gelap dan terang, suka dan sedih. Lalu, muncul rasa lain, manis dan pahit. Dua rasa yang saling bertentangan. Akhirnya, kedua rasa bertentangan itu bertemu. Mungkin karena jodoh, mungkin terseret takdir. Keduanya bertemu dalam tempat yang sering tersebut dalam cerita ini. Ya, toko donat modern. Kafe donat modern? Ah, entah, aku terlalu bingung harus menamainya apa. Sepakat menamainya kafe saja? Baiklah. Mungkin terinspirasi dari roti tawar dicelup kopi yang rasanya jadi makin enak nggak ketulungan, akhirnya perusahaan-perusahaan itu menggabungkan dua unsur yang kontradiktif. Manis dan pahit. Donat dan kopi. Bicara soal kopi, tenang, aku takkan menjelaskan panjang lebar soal minuman pahit-namun-pantas-dinikmati itu. Sudah terlalu banyak dibahas, bukan? Mulai dari Filosofi Kopi milik Dee Lestari, hingga bahasan kop...