Terdengarkah, terdengarkah?
Dedaunan kering itu kini terjatuh tanpa kasur empuk
Kakek nenek itu mulai kelelahan mencari benih kapuk
Kayu-kayu itu jatuh, termakan usia dan mulai lapuk
Namun apakah ada satu yang mendengar?
Terdengarkah, terdengarkah?
Gegap gempita dari lampu jalan kota
Para muda dengan terlinga tertutup benda
Dentum musik dari ruangan penuh cahaya
Tentu semua mendengar, tentu semua tersadar
Dalam satu bumi, dalam satu dunia
Satu, dua, tiga tak mendengar
Satu, dua, tiga tak tersadar
Dedaunan kering itu kini terjatuh tanpa kasur empuk
Kakek nenek itu mulai kelelahan mencari benih kapuk
Kayu-kayu itu jatuh, termakan usia dan mulai lapuk
Namun apakah ada satu yang mendengar?
Terdengarkah, terdengarkah?
Gegap gempita dari lampu jalan kota
Para muda dengan terlinga tertutup benda
Dentum musik dari ruangan penuh cahaya
Tentu semua mendengar, tentu semua tersadar
Dalam satu bumi, dalam satu dunia
Satu, dua, tiga tak mendengar
Satu, dua, tiga tak tersadar
Namun apakah mendengar diperlukan?
Apakah tersadar diperlukan?
Ataukah hanya ketakacuhan yang dibutuhkan?
Karena dunia semakin kejam... dengan dia sendiri yang mampu membunuh inangnya
Komentar
Posting Komentar