Langsung ke konten utama

[NEWS] - Fiksimini

Pernahkah terpikir di benak kalian tentang sebuah fiksi yang ditulis dalam 140 karakter? Mungkin yang pertama terlintas adalah kutipan-kutipan tweet 'salah gaul' yang pernah nge-trend di sekitar tahun 2011-2013. Namun ternyata ada hal lain tentang fiksi yang bisa dituangkan dalam 140 karakter, yang dimana angka 140 merupakan karakter maksimal yang diijinkan dalam satu kali tweet.



Fiksimini adalah jawabannya! Sebuah fiksi yang tertuang dalam satu tweet dengan karakter maksimal 140, tidak lebih. Akun @fiksimini yang sudah bergabung dengan twitter sejak Maret 2010 tersebut masih konsisten menyajikan tantangan-tantangan baru sebagai #TopikFiksimini di hampir pada setiap harinya. Pada hari-harinya pun akan selalu tersaji fiksi-fiksi pedas, lucu, berpikir, dan bermacam ekspresi lain yang tertuang dalam 140 karakter kurang.

Coba langsung saja melihat contoh-contoh fiksimini: (diantaranya dari karyaku hehe)

Topik: Pisang
": MUNGKIN DIA MENYIMPAN KULIT PISANG - Karena aku selalu jatuh tiap di dekatnya."
(ini pertama kali tweetku di-RT oleh momod @fiksimini, rasanya senaaang sekali)

Ide baper:
RT : AJAIB. Dia memanggil namaku. Tapi yang menyahut jantungku.
RT PESTA TELAH USAI. Seorang lelaki di kursi tamu terus menangis. Mempelai wanita tetap menahan diri tak menghampiri. (tahu maksud dari ini kan? Ya, lelaki itu kemungkinan adalah mantannya)

Topik: Pulau
RT : DIASINGKAN - "Fiuuuh. Setidaknya isi pulau ini cuma tengkorak, bukan binatang buas."

Sementara itu saja dulu contoh-contohnya. Kalau mau lihat lebih banyak lagi bisa langsung bergerak ke sini . Yang jelas di sana bakal banyak ide menggelitik yang tentunya menarik bagi orang yang menyukai tulisan.

Selamat berarung ke petualangan yang lebih seru!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Kaki Maju

 Tak perlu waktu lama, sedikit lagi akan kulangkahkan kaki Semua kini telah berbeda Pertama kali kuinjakkan kaki adalah ketika tanah ini kering kerontang tanpa bunga Hujan tidak turun sesering sekarang Rumahku bukanlah rumah untuk pulang Rumahku adalah tempat singgah Lalu kau datang dan mengubah segalanya Mendikteku dengan samar hingga tak dapat kulakukan apa saja

Pisau

Bola mata itu hangat Hitam dan putihnya menyatu lamat Memandang teduh bak malam kelam Menatap tegas bagai terang bulan Matamu adalah pisau Dan harus kulindungi perasaanku dari tatapan tajammu  yang mengiris pilu