Langsung ke konten utama

Arah Jalan

Kita berjalan berdampingan

Melalui jalanan yang tak bertujuan


Kadang berbatu,

Kadang berair,

Kadang pula berpasir,

dan debu melayang mengitari kita berdua


Aku bertanya ke mana arah tujuan

Kau menjawab,

dalam bahasa jiwa dan aku tak paham


Kita terus berjalan

Berdampingan

Tak mengatakan kemana tujuan mengarah


Langkah kaki masih berdebam

Dalam jalan penuh lumpur langkahmu menghujam

Tak 'kan menunggu lama hingga bayangku menghilang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Kaki Maju

 Tak perlu waktu lama, sedikit lagi akan kulangkahkan kaki Semua kini telah berbeda Pertama kali kuinjakkan kaki adalah ketika tanah ini kering kerontang tanpa bunga Hujan tidak turun sesering sekarang Rumahku bukanlah rumah untuk pulang Rumahku adalah tempat singgah Lalu kau datang dan mengubah segalanya Mendikteku dengan samar hingga tak dapat kulakukan apa saja

Pisau

Bola mata itu hangat Hitam dan putihnya menyatu lamat Memandang teduh bak malam kelam Menatap tegas bagai terang bulan Matamu adalah pisau Dan harus kulindungi perasaanku dari tatapan tajammu  yang mengiris pilu