Kita berjalan berdampingan
Melalui jalanan yang tak bertujuan
Kadang berbatu,
Kadang berair,
Kadang pula berpasir,
dan debu melayang mengitari kita berdua
Aku bertanya ke mana arah tujuan
Kau menjawab,
dalam bahasa jiwa dan aku tak paham
Kita terus berjalan
Berdampingan
Tak mengatakan kemana tujuan mengarah
Langkah kaki masih berdebam
Dalam jalan penuh lumpur langkahmu menghujam
Tak 'kan menunggu lama hingga bayangku menghilang
Komentar
Posting Komentar