Langsung ke konten utama

Laut

Bau laut itu selalu melingkupi pikiranku.


Rasa asin yang menyerang hidung dan memaksa masuk ke paru-paru,

Anyir amis yang khas dan membuat kepala pusing tak kepalang,

Terik panas yang menyengat kulit kering yang tak sempat berlindung,

Serta semilir angin yang membelai pelan dan berbisik 'tuk ambil waktu sejenak.


Dan kau adalah bau yang selalu membayang-bayangi pikiranku,

lebih dari sang laut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Kaki Maju

 Tak perlu waktu lama, sedikit lagi akan kulangkahkan kaki Semua kini telah berbeda Pertama kali kuinjakkan kaki adalah ketika tanah ini kering kerontang tanpa bunga Hujan tidak turun sesering sekarang Rumahku bukanlah rumah untuk pulang Rumahku adalah tempat singgah Lalu kau datang dan mengubah segalanya Mendikteku dengan samar hingga tak dapat kulakukan apa saja

Pisau

Bola mata itu hangat Hitam dan putihnya menyatu lamat Memandang teduh bak malam kelam Menatap tegas bagai terang bulan Matamu adalah pisau Dan harus kulindungi perasaanku dari tatapan tajammu  yang mengiris pilu