Langsung ke konten utama

Postingan

Sekelebat Pikiran Tentangmu

Sore ini hujan turun Lembut Rintik airnya luruh dengan perlahan Tidak ada deras Tidak ada keras Kali ini di sampingku hanya ada cangkir dan kopi yang tidak begitu pahit Tidak seperti tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya Yang selalu ada dirimu Sore ini hujan turun Bersama sekelebat kenangan tentang dirimu Tanpa terburu-buru, ia meluruhkan segala pikiran tentangmu

Derap Langkah Kaki

Derap langkah kakimu menghentak Pelan dan tegas Menjauh perlahan melintasiku Aku ada di belakangmu Hanya bisa menangkap bayang dirimu Punggung dan belakang rambutmu, harus kucukupkan hanya pada itu Derap langkah kakimu mengencang Dalam angin yang berhembus gersang, sekali lagi kau melewatiku, dan aku hanya dapat memandangi bahumu

Gerimis

 Akulah bunga di musim kering, mentari menerjang kejam, akarku kehausan, dalam pandanganku tak kutemukan sebutir pun awan. Akulah bunga pada masa kemarau, dan kau datang, sebuah gerimis kecil yang terbitkan harapan. Airmu membasahi, datangmu hilangkan kering, dalam segala dahagaku yang kerontang. Tapi aku tertipu. Kau hanya lewat, lalu kembali meninggalkan gersang. Tanpa pelangi.

Fog

Bagaimana jika kota yang begitu cerah terlingkupi oleh kabut? Akankah aktivitas di kota itu akan terhenti? Atau apakah kehidupan di kota akan digantikan sesuatu yang lain? Bagaimana? Ah, aku hanya bisa bertanya, Karena kini hatiku dilingkupi kabut Segala kebahagiaan dan rasa itu kini semu Kukira aku yang paling mengerti tentang diriku Namun, satu rasa hadir dan mengubah segala pandangku Bagaimana jika kota yang begitu cerah terlingkupi oleh kabut? Bagaimana jika perasaan yang begitu rapuh terlingkupi oleh kabut? Apakah akan kau sangkal? Atau kau biarkan berlayar?

Laut

Bau laut itu selalu melingkupi pikiranku. Rasa asin yang menyerang hidung dan memaksa masuk ke paru-paru, Anyir amis yang khas dan membuat kepala pusing tak kepalang, Terik panas yang menyengat kulit kering yang tak sempat berlindung, Serta semilir angin yang membelai pelan dan berbisik 'tuk ambil waktu sejenak. Dan kau adalah bau yang selalu membayang-bayangi pikiranku, lebih dari sang laut.

Aku Melihat Seseorang Di Taman Dan Kukira Itu Kau

Hari ini aku ke taman sendirian kau, sudah tak mau lagi menemaniku Tidak. Kita memang terlalu jauh, baik jarak maupun kesamaan rasa Hari ini aku ke taman. Sebelum pulang, aku melihatmu Duduk bersama seseorang yang tak kukenal Aku memandangimu, kau menoleh Ah itu bukan kau Orang itu memandangiku aneh Maksudku, siapa yang tidak merasa aneh, jika seorang asing menatapmu seakan ingin menguliti? Hari ini aku ke taman, dan melihat wajah yang mirip denganmu. Kukira itu kau, ternyata bukan. Kau tahu bahwa ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kita merindukan seseorang, orang itu akan selalu terbayang?