Langsung ke konten utama

Postingan

Gerimis

 Akulah bunga di musim kering, mentari menerjang kejam, akarku kehausan, dalam pandanganku tak kutemukan sebutir pun awan. Akulah bunga pada masa kemarau, dan kau datang, sebuah gerimis kecil yang terbitkan harapan. Airmu membasahi, datangmu hilangkan kering, dalam segala dahagaku yang kerontang. Tapi aku tertipu. Kau hanya lewat, lalu kembali meninggalkan gersang. Tanpa pelangi.

Fog

Bagaimana jika kota yang begitu cerah terlingkupi oleh kabut? Akankah aktivitas di kota itu akan terhenti? Atau apakah kehidupan di kota akan digantikan sesuatu yang lain? Bagaimana? Ah, aku hanya bisa bertanya, Karena kini hatiku dilingkupi kabut Segala kebahagiaan dan rasa itu kini semu Kukira aku yang paling mengerti tentang diriku Namun, satu rasa hadir dan mengubah segala pandangku Bagaimana jika kota yang begitu cerah terlingkupi oleh kabut? Bagaimana jika perasaan yang begitu rapuh terlingkupi oleh kabut? Apakah akan kau sangkal? Atau kau biarkan berlayar?

Laut

Bau laut itu selalu melingkupi pikiranku. Rasa asin yang menyerang hidung dan memaksa masuk ke paru-paru, Anyir amis yang khas dan membuat kepala pusing tak kepalang, Terik panas yang menyengat kulit kering yang tak sempat berlindung, Serta semilir angin yang membelai pelan dan berbisik 'tuk ambil waktu sejenak. Dan kau adalah bau yang selalu membayang-bayangi pikiranku, lebih dari sang laut.

Aku Melihat Seseorang Di Taman Dan Kukira Itu Kau

Hari ini aku ke taman sendirian kau, sudah tak mau lagi menemaniku Tidak. Kita memang terlalu jauh, baik jarak maupun kesamaan rasa Hari ini aku ke taman. Sebelum pulang, aku melihatmu Duduk bersama seseorang yang tak kukenal Aku memandangimu, kau menoleh Ah itu bukan kau Orang itu memandangiku aneh Maksudku, siapa yang tidak merasa aneh, jika seorang asing menatapmu seakan ingin menguliti? Hari ini aku ke taman, dan melihat wajah yang mirip denganmu. Kukira itu kau, ternyata bukan. Kau tahu bahwa ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kita merindukan seseorang, orang itu akan selalu terbayang?

Menjadi Senyap Dalam Dunia Yang Berceloteh

  Bagaimana jika engkau terlahir senyap sedangkan dunia menginginkanmu tak pernah menutup mulut? Aku? Kurasa, aku akan melakukan apa yang menjadi kewajibanku. Dan, apa itu? Menjadi hidup.                Lalu, mengabaikan jika seseorang ingin aku berlaku sebaliknya. Apa kau bisa melakukannya? Bukankah dunia selalu menyergapmu agar menggemakan teriakmu? Ya. Tapi, kenapa? Kembali lagi, ini hidupku, aku berhak lakukan apapun itu. Tapi kau tahu tentang masyarakat, bukan? Bukankah mereka akan memaksamu menjadi sesuatu yang cocok dengan standarnya? Kau mulai membuatku takut. Karena aku benar? Ya. Dan, karena kau mengingatkan bahwa aku pengecut. Aku tahu. Kau bahkan tak pernah tertidur tanpa memikirkan akan jadi apa dirimu di mata orang-orang, bukan? Berhentilah!                Ini sudah malam.          ...

Berdentum

Jantung manusia berdetak Berdegup Sehari tak terhitung berapa ribu kali Bagaimana dalam seminggu?     Atau sebulan?          Mungkin setahun? Kau tahu bagaimana bunyi detak itu? Deg-deg. Deg-deg. Lalu semua berubah, Ah, iya, setuju kah kau soal ini? Suara degup jantungmu berubah ketika bertemu dengannya Degup itu menjadi dentum, yang tak dapat lagi kau kendalikan geraknya Dalam otakmu tak ada yang dapat kau pikirkan,  selain bagaimana agar dentuman itu tak terdengar olehnya Dia semakin mendekat, dan dentum itu kini berubah menjadi ledakan.