Langsung ke konten utama

Postingan

Air Mata

Semua memiliki air mata Tua Muda Pria Wanita Balita Siapa saja Airnya datang tiba-tiba Mendadak saja Mengucur deras  Tanpa aba-aba Bahasa dari rasa Yang terdalam dan semakin dalam Semua memiliki air mata Tapi hanya pria Yang dilarang menunjukkannya

[RANDOM THOUGHT] - Sepersepuluh Dekade

Akhirnya, satu tahun. Awal pertama datang ke kabupaten ini adalah 9 Maret 2018. Kala itu segalanya terasa mendebarkan. Pendaratan pertama pesawat ATR. Lambaian pertama mantan senior kampus. Udara panas dalam Phanter kantor. Sampai akhirnya kendaraan berhenti pada satu bangunan. Abu-abu terang dan gelap saling menyilang. Bersanding tak mau kalah. Di atas Gedung terpatri logo berwana biru-hijau-oranye yang menandakan identitas. Berikut, tulisan Badan Pusat Statistik memperjelasnya. Pintu kaca terbuka dan sebuah logo yang sama terpampang di sebelah kiri. Logo dan kalimat yang sama. Hanya saja, ditambah keterangan nama kabupaten. Kabupaten Belu. Jumat adalah hari pasti yang tercetak dalam kalender waktu itu. Azan telah berkumandang sejak tadi. Banyak yang kusesali pada hari itu. Sayangnya, tidak ada pilihan lain. Ini adalah kali pertama. Segalanya mendebarkan. Meskipun, saat itu tak ada orang. Ada, hanya saja tidak banyak. Maklum, sedang bertugas di lapangan. Aku masih in...

[SEBULAT DONAT] #10 - Filosofi Donat

Ah, malu aku jika harus disuruh berulang-ulang membaca judul. Terlalu menyontek kata-katanya Mbak Dee. Terlalu melankolis. Dan, aku yakin Saudara sekalian akan berpikir, “Palingan hanya kalimat-kalimat super maksa untuk menghubungkan antara donat dan risalah kehidupan.” Namun, Kawan, kalian tak sepenuhnya salah. Itu pula yang aku pikirkan ketika pertama kali membuat tulisan itu. Gampang, tinggal buat filosofi kehidupan yang maksa disambungkan ke kata-kata donat. Tapi, jangan khawatir. Mungkin aku akan mengecewakan kalian, mungkin tulisan ini takkan semenakjubkan yang terbayangkan. Namun aku ingin mendedikasikan sesuatu untuk tulisan ini. Biarlah jika tulisan ini super maksa, hanya saja izinkan aku untuk membuatnya sedikit lebih bermakna. Saudara, mari kita ingat-ingat kembali. Apakah kalian ingat segala jenis cerita tentang donat, yang akhirnya bisa kalian tarik kesimpulan dari sana? Maaf, mungkin kalian ingin protes karena, bagaimana mungkin kalian bisa mendapatkan kesim...

[SEBULAT DONAT] #9 - Overseas Donut

Memasuki masa-masa mahasiswa adalah hal yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Bagiku, waktu untuk mengenal donat secara lebih mendalam dan sentimental bisa terfokus di masa kuliah ini. Tentunya salah satu alasan adalah karena keuangan sepenuhnya diatur olehku sendiri. Jadi, untuk memilih mau jajan donat (dengan risiko hemat uang makan siang) bisa kulakukan sepuasnya. Meskipun pada kenyataannya aku masih tidak bisa bebas jajan donat, terutama karena harga donat modern yang semakin mahal. Pun, harga donat abal-abal yang mengecewakan, mengingat diriku yang susah move on dari donat kampung. Tak hanya itu, alasanku menjadikan cerita masa kuliah sebagai satu hal yang penting adalah karena di masa ini akhirnya aku bepergian jauh. Dalam rangka Praktik Kerja Lapangan memang, namun bagiku ini menyenangkan. Ah, tidak, hanya karena PKL itu sudah selesai makanya kubilang menyenangkan. Beberapa hari mendekati PKL membuatku deg-degan setengah hidup. Apa hubungannya PKL, bepergian jauh,...

[SEBULAT DONAT] #8 - Predator Alami

Dari segala ceritaku tentang donat, segala tentang kelembutan-kenikmatan-kelumeran dan segalanya, akhirnya aku tahu tentang sebuah fakta yang mencengangkan dari seorang teman. Dia. Tidak. Suka. Donat. Maksudnya, bagaimana bisa gitu? Bagaimana mungkin ada seseorang yang tidak menyukai makanan manis-manis nan mengetarkan hati seperti itu? Bagaimana bisa ada seseorang yang dapat menolak keindahan rasa ketika donat tercerna oleh sistem? Namun, jika Saudara sekalian beranggapan aku akan berlaku seperti Spongebob yang berusaha mencekoki Squidward dengan Krabby Patty akan dia merasakan kenikmatannya dan akhirnya doyan, Saudara salah besar. Sedikit-banyak, aku tak peduli. Hanya saja rasanya aneh ketika tahu ada seseorang yang tidak menyukai favoritmu, padahal kamu begitu tergila-gila pada hal itu. Berkali-kali menjelaskan seberapa enak donat juga tak berpengaruh signifikan. Roti yang padat dan empuk, topping -nya yang beraneka ragam dan kreatif, hingga paduan semuanya yang berp...

[SEBULAT DONAT] #7 - Dua Kontradiktif

Segala hal di dunia ini umumnya berlaku kontradiktif dan/atau saling berlawanan. Allah pun telah menciptakan segalanya secara berpasang-pasangan. Langit dan bumi, gelap dan terang, suka dan sedih. Lalu, muncul rasa lain, manis dan pahit. Dua rasa yang saling bertentangan. Akhirnya, kedua rasa bertentangan itu bertemu. Mungkin karena jodoh, mungkin terseret takdir. Keduanya bertemu dalam tempat yang sering tersebut dalam cerita ini. Ya, toko donat modern. Kafe donat modern? Ah, entah, aku terlalu bingung harus menamainya apa. Sepakat menamainya kafe saja? Baiklah. Mungkin terinspirasi dari roti tawar dicelup kopi yang rasanya jadi makin enak nggak ketulungan, akhirnya perusahaan-perusahaan itu menggabungkan dua unsur yang kontradiktif. Manis dan pahit. Donat dan kopi. Bicara soal kopi, tenang, aku takkan menjelaskan panjang lebar soal minuman pahit-namun-pantas-dinikmati itu. Sudah terlalu banyak dibahas, bukan? Mulai dari Filosofi Kopi milik Dee Lestari, hingga bahasan kop...