Ah, malu aku jika harus disuruh berulang-ulang membaca judul. Terlalu menyontek kata-katanya Mbak Dee. Terlalu melankolis. Dan, aku yakin Saudara sekalian akan berpikir, “Palingan hanya kalimat-kalimat super maksa untuk menghubungkan antara donat dan risalah kehidupan.” Namun, Kawan, kalian tak sepenuhnya salah. Itu pula yang aku pikirkan ketika pertama kali membuat tulisan itu. Gampang, tinggal buat filosofi kehidupan yang maksa disambungkan ke kata-kata donat. Tapi, jangan khawatir. Mungkin aku akan mengecewakan kalian, mungkin tulisan ini takkan semenakjubkan yang terbayangkan. Namun aku ingin mendedikasikan sesuatu untuk tulisan ini. Biarlah jika tulisan ini super maksa, hanya saja izinkan aku untuk membuatnya sedikit lebih bermakna. Saudara, mari kita ingat-ingat kembali. Apakah kalian ingat segala jenis cerita tentang donat, yang akhirnya bisa kalian tarik kesimpulan dari sana? Maaf, mungkin kalian ingin protes karena, bagaimana mungkin kalian bisa mendapatkan kesim...
Aku ingin kau menikmatinya serenyah kudapan di kala senja