Langsung ke konten utama

Postingan

[ARTIKEL] - Wawancara? Siapa Takut!

Kategori: Artikel Tips Hidup kita pasti punya berbagai macam kegiatan yang beraneka ragam. Dalam rangkaian kegiatan itu, tentu ada satu hal yang kadang tak bisa lepas dari kehidupan kita. Salah satunya, tentu melakukan wawancara. Sejak SMP, atau bahkan mungkin SD, kita sudah mulai dikenalkan dengan teknik wawancara yang baik dan sopan. Nah, tugas itu seringnya makin berkembang dengan seiring waktu yang berubah. Pas SMA seringkali tugas untuk wawancara bisa datang begitu saja. Eits, nggak cuma itu saja kan? Di perkuliahan, kegiatan wawancara pun seringkali dibutuhkan untuk memenuhi tugas kuliah. Apalagi jika dalam perkuliahan, kita masuk dalam suatu unit kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan jurnalistik. Jadi, sebagai sarana berbagi tentang pengalaman yang didapatkan selama ini, yuk simak tips-tips biar wawancara makin asyik! 0.       Mindset Mindset? Pola pikir? Ya! Dalam wawancara asyik, yang perlu ditanamkan pertama kali adalah pemikiran kita t...

[CERPEN] - Lelaki Berkemeja Hitam

Seorang laki-laki duduk di pojok ruangan. Dia sendirian. Tangan kanannya sedari tadi tak terlepas dari ponsel yang sudah menempel di telinganya lama. Sejak dia masuk restoran, atau bahkan lebih. Lelaki itu tak bernama. Atau mungkin hanya aku yang tak mengetahui namanya. Meski sangat ingin. Setahuku dia baru pertama kali bertandang ke tempat ini, setidaknya selama tiga bulan aku bekerja. Laki-laki itu menamparku dengan tatapannya, lalu menyejukkan penglihatanku lagi dengan senyumannya. Dia menawan. Terlalu menawan, aku benci. “Rida, tolong habis ini antar pesanan nomor 10 ya,” suara Mas Nino sedikit-banyak membuyarkan lamunanku. “Antarnya ke mas-mas yang pakai kemeja hitam, yang tadi pesan ke kamu.” Laki-laki itu berkemeja hitam. Entah apa pekerjaannya, entah apa tujuannya. Dia terlihat sibuk. Sudah lima belas menit terhitung sejak dia masuk restoran dan belum ada tanda-tanda dia berniat mengakhiri panggilannya. Sempat aku berpikir itu dari istri atau pacarnya. Sangat mungkin, ...

Selamat Malam, Cahaya

Selamat malam, Cahaya Telah berapa lama kau hadir? Telah berapa terang kau muncul? Oleh hangatmu, oleh sinarmu Semua senang Mereka tertawa Tampakkan wajah yang bahagia Sumringah Beban telah musnah Selamat bekerja, Cahaya Atau, hei? Mungkin ingin kau beristirahat? Dengan segala lelahmu? Dalam paruh hari berhargamu? Tak inginkah kau berbaring? Hai, Cahaya Salam dari kami, Sang Gelap Yang datang dalam kelelahan hari Yang tiba untuk redamkan terik Kami sudah hadir, kau boleh beranjak pergi Kami sudah tak lagi menepi, kau boleh ambil cuti Kami tahu kau lelah, dalam setengah hari usahamu Kami tahu kau lelah, maka kuijinkan kau lelap dalam tidur Halo, Cahaya Jiwa-jiwa mereka telah lelah bergema Bibir mereka telah lelah beraksara Mata mereka telah pancarkan kalahnya Maka ijinkan kami menyelimutinya Dalam sebuah kepekatan malam Pada suatu kesejukan diam Agar mereka lelap Agar mereka sambut kalian tanpa ada beban Selamat malam, Cahaya Kau boleh tidur Kau bol...

[WISATA] - Menelusuri Keriuhan Lokasi Gili Trawangan

Satu dari banyaknya objek wisata yang tersedia di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Gili Trawangan. Pulau kecil yang terletak di Kabupaten Lombok Utara ini menyajikan bermacam pilihan wisata yang dapat diarungi bahkan dalam sehari saja. Mulai dari hanya sekadar berenang di tepi pantai hingga menyelam di   diving spot   keren. Tak hanya itu, untuk wisatawan yang bermalam juga ditawarkan sebuah   party   khas budaya Barat. Sungguh suatu larangan bagi Anda untuk melewatkan Gili Trawangan ketika berkunjung ke Lombok. Matahari sudah muncul dengan mengagungkan teriknya ketika kami sampai di Pelabuhan Bangsal untuk menyeberang. Tersedia tiga pilihan gili yang bisa digapai dari pelabuhan tersebut, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Gili Air merupakan gili terdekat yang dapat digapai dari Bangsal. Namun, sayangnya pesona Gili Air terbilang masih kalah. Gili Meno dan Gili Trawangan hampir menyajikan dua ciri khas yang berbeda. Jika Gili Meno...

[CERPEN LISTING] - Senggigi

Terik mentari sudah mulai bergerak mendekati pusat langit, mulai menguarkan panas yang perlahan menghilangkan kesejukan sementara yang dihasilkan gerimis setengah jam lalu. Ombak-ombak kecil dengan warna air yang memantulkan biru berkejaran pelan menerjang batasan pelabuhan, sesekali mengenai pasir putih yang tampak mulai kotor oleh sampah-sampah plastik dan jejak manusia. Biru tercantik dari semua biru yang kutemui seharian ini, bahkan lebih indah daripada warna jaket yang kuagung-agungkan beberapa hari terakhir. Aku masih melihat sekeliling dengan sesekali mengecek PC Tablet milik BPS yang dipinjamkan sekian minggu untuk listing dan pencacahan delapan hari ini. Sudah sekitar sepuluh menit dari tempatku memulai listing, namun belum ada satu pun Bangunan Fisik yang menampakkan diri. Sekalinya ada bangunan fisik yang seakan menyeruak ke permukaan, itu pun hanya sebuah bangunan yang tidak ditempati. BSBTT, disebutnya. “Sepertinya kita sudah mulai perlu jalan masing-masing,” kata T...

[CERPEN] - Manusia

Menit arloji telah tepat menunjuk angka dua, menunjukkan kepada diriku bahwa sudah dua jam aku berada di tempat ini. Makanan cepat saji yang kupesan baru termakan setengahnya saja, menyisakan separuh lagi sisa gigitan dan tiga perempat gelas minuman bersoda. Lalu lalang kendaraan di jalan yang terlihat dari tempatku duduk masih menunjukkan kerapatan yang tak jauh berbeda. Balapan orang-orang pulang kerja yang segera menantikan satu kehangatan yang ada di rumah mereka. Sudah sekian jam sejak dia mengatakannya padaku, namun tetap tak kupahami seluruh rasa yang menyergapku bersamaan saat ini. Kita ini apa? Apa salahku jika menjawab kita ini manusia? Memang manusia, bukan? Apa aku salah karena sebenarnya selama ini dia adalah alien yang berbeda kehidupan denganku? Atau aku salah karena… tidak peka? Ya, begitu tadi dia menyebutnya. Aku ingin menyangkal. Aku seratus persen peka. Aku hanya… ah. Tapi, kita memang benar-benar manusia, bukan? Kenapa dia sebegitu kesal ketika kujawab demikia...

[Diary of PKL 55] – Pencacahan #2

Cerita dan kisah penuh pengalaman dan pelajaran di Lombok Barat terus berlanjut. Setelah sebelumnya mengunjungi BS-BS hasil listing orang lain, kali ini cerita akan datang dari BSku, Senggigi 003B dan Orong 012B! Wah sebenarnya dalam hati pas mau mulai agak ketar-ketir sih, takut kali-kali ada responden yang sebenarnya bukan rumah tangga tapi malah aku cacah (maklum suka mikir negatif akunya, apalagi di Senggigi banyak kost). Tapi untungnya semua responden bisa ditemui semua, meskipun ada yang nonrespon. Hah? Nonrespon? Cantik sekali, kan? Oke, mulai dari Senggigi 003B. BS pertama dan yang aku kira bakal ‘mengasyikkan’ tapi malah berubah seratus delapan puluh derajat pas tahu kalau aku harus panas-panasan di kala listing. Dimulai dari Arjuna 3, responden terbaik selama listing malah dicacah oleh Amin dan Yogie. Pak Pawardi yang orang Jawa dan menerimaku dengan senang hati (sampai disuruh masuk, padahal cuma listing bentar) dicacah Amin, dan Pak Haji Mardan dicacah Yogie. S...